Dinkes Sumenep Pastikan Takjil di Bazar Ramadan Aman Dikonsumsi
- Mohammad -
- 14 Mar, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep memastikan bahwa makanan dan minuman takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadan di wilayah Sumenep aman dikonsumsi masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan
oleh Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang
Kesehatan Masyarakat, Desy Febryan. Ia menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan
laboratorium terhadap sejumlah sampel takjil tidak menunjukkan adanya kandungan
bahan berbahaya maupun bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.
“Dari beberapa sampel makanan dan
minuman yang kami uji di laboratorium, hasilnya semuanya negatif. Artinya,
takjil yang beredar di bazar Ramadan aman untuk dikonsumsi,” ujar Desy, Sabtu
(14/3/2026).
Pengawasan terhadap keamanan
pangan tersebut telah dilakukan sejak menjelang datangnya bulan Ramadan. Sejak
24 Februari 2026, tim keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep telah diterjunkan untuk
melakukan pemeriksaan di sejumlah titik penjualan takjil.
Langkah ini diambil sebagai upaya
pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan,
seperti penggunaan bahan kimia berbahaya atau adanya kontaminasi bakteri pada
makanan berbuka puasa.
Pada pekan pertama Ramadan, tim
dari dinas kesehatan telah melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi bazar
takjil dan pusat jajanan yang ramai didatangi warga menjelang waktu berbuka.
Selain itu, kegiatan pengawasan
juga diperluas hingga tingkat kecamatan. Dalam pelaksanaannya, seluruh
puskesmas di wilayah Kabupaten Sumenep turut dilibatkan untuk melakukan
pemeriksaan di daerah masing-masing.
“Pengawasan ini kami lakukan
sebagai tindak lanjut dari surat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta
imbauan dari Bupati Sumenep agar keamanan pangan di bazar takjil benar-benar
terjamin,” jelas Desy.
Tim pengawasan di tingkat
kecamatan terdiri dari petugas puskesmas, tenaga kesehatan lingkungan, serta
berbagai unsur lintas sektor. Mereka tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap
makanan yang dijual, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pedagang.
Edukasi tersebut mencakup cara
pengolahan makanan yang higienis serta penyajian yang aman agar kualitas
makanan tetap terjaga hingga dikonsumsi oleh masyarakat.
Sementara itu, pengawasan di
tingkat kabupaten juga dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Dinkes Sumenep bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten
Sumenep, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep,
serta Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep.
Menurut Desy, kerja sama lintas
instansi tersebut sangat penting untuk memastikan pengawasan keamanan pangan
selama Ramadan dapat berjalan secara maksimal.
Dengan adanya pengawasan yang
melibatkan berbagai pihak, pemerintah berharap masyarakat dapat merasa lebih
tenang saat membeli dan mengonsumsi takjil di bazar Ramadan.
“Dengan pengawasan yang melibatkan
berbagai pihak, kami berharap masyarakat dapat merasa lebih tenang saat membeli
dan mengonsumsi takjil selama bulan Ramadan,” pungkasnya. (rba)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


