:

Dinkes Sumenep Pastikan Takjil di Bazar Ramadan Aman Dikonsumsi

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep memastikan bahwa makanan dan minuman takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadan di wilayah Sumenep aman dikonsumsi masyarakat.

 

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Desy Febryan. Ia menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel takjil tidak menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya maupun bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.

 

“Dari beberapa sampel makanan dan minuman yang kami uji di laboratorium, hasilnya semuanya negatif. Artinya, takjil yang beredar di bazar Ramadan aman untuk dikonsumsi,” ujar Desy, Sabtu (14/3/2026).

 

Pengawasan terhadap keamanan pangan tersebut telah dilakukan sejak menjelang datangnya bulan Ramadan. Sejak 24 Februari 2026, tim keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah titik penjualan takjil.

 

Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan, seperti penggunaan bahan kimia berbahaya atau adanya kontaminasi bakteri pada makanan berbuka puasa.

 

Pada pekan pertama Ramadan, tim dari dinas kesehatan telah melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi bazar takjil dan pusat jajanan yang ramai didatangi warga menjelang waktu berbuka.

 

Selain itu, kegiatan pengawasan juga diperluas hingga tingkat kecamatan. Dalam pelaksanaannya, seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Sumenep turut dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan di daerah masing-masing.

 

“Pengawasan ini kami lakukan sebagai tindak lanjut dari surat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta imbauan dari Bupati Sumenep agar keamanan pangan di bazar takjil benar-benar terjamin,” jelas Desy.

 

Tim pengawasan di tingkat kecamatan terdiri dari petugas puskesmas, tenaga kesehatan lingkungan, serta berbagai unsur lintas sektor. Mereka tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dijual, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pedagang.

 

Edukasi tersebut mencakup cara pengolahan makanan yang higienis serta penyajian yang aman agar kualitas makanan tetap terjaga hingga dikonsumsi oleh masyarakat.

 

Sementara itu, pengawasan di tingkat kabupaten juga dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Dinkes Sumenep bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumenep, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, serta Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep.

 

Menurut Desy, kerja sama lintas instansi tersebut sangat penting untuk memastikan pengawasan keamanan pangan selama Ramadan dapat berjalan secara maksimal.

 

Dengan adanya pengawasan yang melibatkan berbagai pihak, pemerintah berharap masyarakat dapat merasa lebih tenang saat membeli dan mengonsumsi takjil di bazar Ramadan.

 

“Dengan pengawasan yang melibatkan berbagai pihak, kami berharap masyarakat dapat merasa lebih tenang saat membeli dan mengonsumsi takjil selama bulan Ramadan,” pungkasnya. (rba)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *